banner 728x250
Daerah  

Semarak Tradisi Ngelawang, Anak-Anak Wangaya Meriahkan Liburan Galungan dan Kuningan

banner 120x600
banner 468x60

DENPASAR – Libur Hari Raya Galungan dan Kuningan dimanfaatkan sekelompok anak-anak di kawasan Wangaya, Denpasar, untuk melestarikan tradisi turun-temurun, yakni Ngelawang. Dengan penuh semangat dan keceriaan, mereka menampilkan atraksi Barong Bangkung sambil berkeliling dari satu toko ke toko lainnya di sepanjang Jalan Gajah Mada dan Jalan Kartini, Senin (8/4).

Tradisi Ngelawang merupakan salah satu bagian dari budaya Bali yang dilakukan untuk menolak bala serta membawa berkah. Dalam ritual ini, sekelompok anak-anak biasanya memainkan barong kecil—sering kali Barong Bangkung, yang menyerupai babi hutan—dilengkapi tabuh dan gamelan sederhana.

banner 325x300

Anak-anak yang tergabung dalam kelompok Ngelawang ini tampak kompak mengenakan pakaian adat dan memainkan peran masing-masing, mulai dari penari barong, penabuh kendang, hingga pengumpul dana dari warga atau pemilik toko. Beberapa pemilik usaha terlihat antusias menyambut kehadiran mereka, bahkan memberikan uang saku sebagai bentuk apresiasi atas upaya pelestarian budaya.

Wayan Adi, salah satu pelaku tradisi Ngelawang yang masih duduk di bangku sekolah dasar, mengatakan bahwa ia sangat senang bisa ikut serta. “Biar rame dan bisa ngumpulin teman-teman. Kami juga senang bisa bikin orang-orang senyum,” ujarnya polos.

Tradisi ini biasanya dilakukan selama beberapa hari menjelang atau setelah Hari Raya Galungan dan Kuningan. Meskipun sederhana, Ngelawang menjadi bentuk ekspresi kegembiraan sekaligus perwujudan nilai spiritual dalam budaya Hindu Bali. Kegiatan ini juga dinilai sebagai sarana edukasi budaya bagi anak-anak agar lebih mencintai adat dan tradisi lokal sejak dini.

Made Sulastri, warga setempat sekaligus orang tua dari salah satu anak, mengapresiasi semangat anak-anak tersebut. “Di tengah gempuran gadget dan permainan digital, kegiatan seperti ini membuat mereka tetap terhubung dengan akar budaya. Selain itu juga melatih rasa percaya diri dan kebersamaan,” katanya.

Aparat desa adat setempat turut mendukung kegiatan ini selama tidak mengganggu ketertiban umum dan tetap memperhatikan keselamatan anak-anak di jalan raya. Beberapa orang tua dan pemuda juga tampak turut mendampingi untuk memastikan kegiatan berjalan lancar.

Semaraknya tradisi Ngelawang tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat sekitar, namun juga memperkuat rasa kebersamaan antarwarga. Melalui kegiatan sederhana ini, warisan budaya Bali terus hidup dan tumbuh, diwariskan dari generasi ke generasi, tanpa kehilangan makna dan esensinya.

Dengan semangat anak-anak yang terus melestarikan budaya ini, tradisi Ngelawang tetap menjadi warna khas dalam setiap perayaan Galungan dan Kuningan di Bali.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *