Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menilai bahwa penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB) membawa dampak positif yang signifikan terhadap sektor pariwisata dan perekonomian lokal. Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menyatakan bahwa event tahunan tersebut memiliki daya tarik kuat, tidak hanya bagi wisatawan domestik, tetapi juga mancanegara. “Pesta Kesenian Bali punya kekuatan untuk menarik kedatangan wisatawan dari dalam dan luar negeri serta membantu menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya dalam keterangan pers yang dirilis di Jakarta, Senin (23/6/2025). Penyelenggaraan PKB yang berlangsung selama sebulan penuh dinilai berhasil menjadi katalis pemulihan ekonomi pasca-pandemi, khususnya di sektor akomodasi, kuliner, dan UMKM berbasis budaya.
Berdasarkan data Kemenparekraf, total perputaran ekonomi yang tercipta di wilayah Denpasar dan sekitarnya selama pelaksanaan PKB 2024 mencapai sekitar Rp192,3 miliar. Lonjakan ini tercermin pula dari meningkatnya tingkat okupansi penginapan di sekitar area kegiatan, yang naik sekitar dua persen dibandingkan hari-hari biasa. Kenaikan ini menunjukkan bahwa event budaya bukan hanya memperkuat identitas kultural Bali, tetapi juga berdampak langsung pada penghasilan masyarakat lokal, terutama pelaku usaha kecil dan menengah. “Jadi ini sangat baik karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” tambah Ni Luh Puspa. Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung dan mengoptimalkan festival daerah seperti PKB sebagai motor penggerak ekonomi kreatif yang berkelanjutan.


















