banner 728x250
Daerah  

Bali Perketat Aturan Wisatawan Nakal Akan Ditindak Tegas

banner 120x600
banner 468x60

Bali segera menerapkan kebijakan lebih ketat terhadap wisatawan yang tidak tertib demi menjaga citra pariwisata Pulau Dewata. Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa mulai pekan depan, pihaknya akan mengambil langkah tegas terhadap turis yang melanggar aturan dan merusak ketertiban di daerah tersebut.

banner 325x300

Koster menekankan bahwa tindakan ini dilakukan untuk melindungi Bali dari wisatawan yang tidak menghormati budaya dan aturan yang berlaku. Menurutnya, jika dibiarkan, pelanggaran yang terjadi dapat membuat wisatawan berkualitas enggan berkunjung ke Bali, sementara wisatawan yang tidak tertib justru semakin banyak.

“Kita tidak ingin hanya berhadapan dengan wisatawan murahan dan nakal. Bali harus tetap menjadi destinasi kelas dunia yang dihormati. Oleh karena itu, saya berlakukan kebijakan tegas mulai minggu depan,” ujar Koster di Denpasar, Rabu (19/3).

Sebagai langkah awal, pemerintah akan mengeluarkan surat edaran yang berfungsi sebagai dasar sementara sebelum regulasi yang lebih kuat diterapkan. Surat ini akan digunakan sebagai pegangan dalam menertibkan wisatawan yang melanggar aturan, termasuk pelanggar lalu lintas hingga mereka yang bersikap tidak hormat terhadap aparat.

Lebih lanjut, Koster mengungkapkan bahwa dalam jangka panjang, pihaknya tengah menyiapkan peraturan daerah (Perda) khusus untuk melindungi Bali dan masyarakatnya dari dampak negatif wisatawan yang tidak bertanggung jawab. Namun, karena penyusunan Perda membutuhkan waktu yang cukup lama, kebijakan awal akan diberlakukan melalui surat edaran.

Salah satu bentuk penindakan yang akan diterapkan adalah pengawasan lebih ketat terhadap wisatawan yang berkendara di Bali. Selama ini, banyak turis asing yang tidak mematuhi aturan lalu lintas, seperti tidak menggunakan helm, mengendarai motor tanpa SIM, atau bahkan melawan arus. Pelanggaran seperti ini akan segera ditindak tanpa toleransi.

Selain itu, wisatawan yang terbukti melakukan pelanggaran berat atau tindakan tidak pantas terhadap budaya dan masyarakat lokal bisa dikenakan sanksi lebih berat, termasuk deportasi. Koster menegaskan bahwa aturan ini bukan untuk menghambat pariwisata, melainkan untuk memastikan Bali tetap menjadi destinasi berkualitas bagi wisatawan yang menghormati adat dan budaya setempat.

Dengan kebijakan baru ini, diharapkan Bali dapat menciptakan lingkungan wisata yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi semua pihak. Pemerintah juga mengimbau masyarakat serta pelaku industri pariwisata untuk turut berperan aktif dalam menjaga ketertiban dan melaporkan setiap pelanggaran yang dilakukan oleh wisatawan.

Sumber: instagram – @infodenapasar

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *