banner 728x250
Daerah  

Pemprov Bali Atur Jadwal Persembahyangan di Pura Besakih untuk Antisipasi Kepadatan Pemedek

banner 120x600
banner 468x60

 

Karangasem – Pemerintah Provinsi Bali mengatur jadwal kedatangan umat Hindu yang akan mengikuti persembahyangan di Pura Agung Besakih, Kabupaten Karangasem, selama rangkaian upacara besar tahunan Ida Bhatara Turun Kabeh. Penjadwalan ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan pemedek dan menjaga ketertiban selama upacara yang puncaknya berlangsung pada 12 April hingga 3 Mei 2025.

banner 325x300

Gubernur Bali, Wayan Koster, menyampaikan bahwa pengaturan waktu persembahyangan berdasarkan asal kabupaten/kota di Bali, termasuk hari khusus bagi pemedek dari luar daerah. “Ini agar umat bisa lebih nyaman, tertib, dan tidak menimbulkan kemacetan atau penumpukan di kawasan pura,” ujarnya di Denpasar, Rabu (2/4).

Jadwal dimulai dengan Kabupaten Klungkung pada Senin (14/4), dilanjutkan Denpasar pada Rabu (16/4), dan Badung pada Kamis (17/4). Umat dari Jembrana mendapat giliran pada Jumat (18/4), kemudian Gianyar pada Jumat berikutnya (25/4).

Untuk umat Hindu dari luar Bali, jadwal ditentukan pada Sabtu (26/4) dan Minggu (27/4), memberikan kesempatan khusus bagi mereka yang datang dari luar pulau untuk tetap dapat mengikuti rangkaian upacara secara teratur.

Selanjutnya, umat dari Kabupaten Karangasem sebagai tuan rumah dipersilakan hadir pada Senin (28/4), Tabanan pada Selasa (29/4), Buleleng pada Rabu (30/4), dan Bangli pada Kamis (1/5).

Rangkaian ini ditutup dengan persembahyangan khusus bagi jajaran Pemerintah Provinsi Bali dan panitia upacara Pura Besakih saat pelaksanaan panyineban atau penutupan upacara Ida Bhatara Turun Kabeh pada Sabtu (3/5).

Gubernur Koster menekankan bahwa penjadwalan ini dibuat demi kenyamanan bersama serta untuk mendukung kelancaran pelaksanaan upacara yang merupakan bagian penting dari tradisi spiritual umat Hindu Bali. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menaati jadwal yang telah ditentukan dan menjaga ketertiban selama proses persembahyangan.

Dengan penerapan sistem ini, diharapkan seluruh pemedek dapat melaksanakan ritual secara khusyuk dan tertib, tanpa harus berdesak-desakan atau menghadapi kendala logistik di kawasan suci Pura Besakih.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *