Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan tidak akan mengikuti langkah Pemprov Jawa Barat yang mengirim anak-anak nakal atau bermasalah ke barak militer sebagai bentuk pembinaan. Sebagai alternatif, Pemprov DKI memilih pendekatan yang lebih humanis dengan memfasilitasi kegiatan positif bagi generasi muda.
Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Cyril Raoul Hakim, menyampaikan bahwa Pemprov DKI berkomitmen menciptakan ruang yang aman dan produktif bagi anak-anak dan remaja. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperpanjang jam operasional taman kota hingga malam hari.
“Kami akan menerapkan banyak hal, tapi lebih memadatkan kegiatan-kegiatan positif. Makanya taman dibuka sampai malam, artinya membuka ruang bagi anak-anak muda untuk berkreasi di tempat yang seharusnya, termasuk perpustakaan,” ujar Cyril dalam keterangannya.
Langkah ini diambil sebagai bentuk pencegahan terhadap kenakalan remaja, dengan cara mendorong mereka terlibat dalam aktivitas yang membangun. Pemerintah berharap, dengan menyediakan ruang kreativitas yang luas, anak-anak muda akan lebih termotivasi untuk mengembangkan diri secara positif.
Pemprov DKI juga tengah menggencarkan berbagai program pemberdayaan remaja yang melibatkan komunitas, pendidikan nonformal, dan pelatihan keterampilan, sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam pembangunan karakter generasi muda ibu kota.



















