JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengakui secara terbuka bahwa komunikasi pemerintah kepada publik belum berjalan optimal. Pernyataan ini disampaikannya saat menghadiri sarasehan ekonomi bertajuk “Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Indonesia di Tengah Gelombang Tarif Perdagangan” di Jakarta, yang dihadiri para ekonom, investor, serta pemimpin redaksi media nasional.
“Saya akui komunikasi dari pemerintah masih kurang baik, dan itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya sebagai pemimpin,” ujar Prabowo dalam forum tersebut, Selasa (10/4).
Presiden mengatakan bahwa dirinya menginisiasi langsung pertemuan ini sebagai upaya menjembatani komunikasi antara pemerintah dan kalangan pelaku ekonomi. Ia menilai, penting bagi para pengambil kebijakan untuk memahami langsung tantangan yang dihadapi dunia usaha, sekaligus menyampaikan arah dan strategi pemerintah dengan bahasa yang jelas dan transparan.
Dalam acara itu, berbagai topik dibahas, mulai dari kondisi perekonomian global yang terdampak ketegangan dagang internasional, hingga situasi domestik seperti inflasi, ketahanan pangan, dan strategi hilirisasi industri. Prabowo menekankan bahwa ekonomi Indonesia berada dalam posisi yang cukup kuat, namun tantangan komunikasi dapat menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.
“Banyak kebijakan yang sebenarnya berpihak kepada rakyat, tetapi kurang tersampaikan dengan baik. Ini pelajaran penting bagi kami semua,” kata Prabowo.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintahan saat ini tidak anti kritik dan sangat terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak. Menurutnya, dialog seperti ini akan lebih sering digelar agar sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat tetap terjaga.
Presiden menambahkan bahwa ke depan, ia akan menginstruksikan jajaran kementerian dan lembaga untuk memperbaiki pola komunikasi publik, khususnya dalam menyampaikan program strategis dan kebijakan penting. Ia juga menyadari bahwa narasi dan penjelasan yang kuat sangat diperlukan agar masyarakat dapat memahami konteks dan tujuan dari langkah-langkah yang diambil pemerintah.
Sarasehan ini mendapat tanggapan positif dari para peserta yang menyambut baik sikap terbuka Presiden serta semangat untuk terus membangun komunikasi yang sehat antara pemerintah dan para pemangku kepentingan ekonomi.
Dengan pengakuan ini, Prabowo kembali menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang terbuka dan bertanggung jawab. Masyarakat kini menantikan bagaimana perbaikan komunikasi ini akan diterjemahkan dalam praktik dan kebijakan konkret demi mendorong kepercayaan publik yang lebih kuat.



















