banner 728x250
Daerah  

Upacara Melancaran Pura Desa Ubung Kaja, Pengendara Diminta Bersabar

banner 120x600
banner 468x60

DENPASAR – Suasana sakral menyelimuti kawasan Ubung Kaja, Denpasar, Minggu (27/4), saat ratusan umat Hindu melaksanakan upacara Melancaran dari Pura Desa Ubung Kaja. Rangkaian upacara ini melibatkan arak-arakan umat yang mengelilingi wilayah desa sebelum kembali ke Pura Desa.

Upacara Melancaran merupakan bagian penting dalam tradisi keagamaan masyarakat Bali, di mana umat membawa simbol-simbol suci sambil berjalan kaki mengitari lingkungan desa untuk memohon perlindungan dan kesejahteraan.

banner 325x300

Prosesi yang dimulai sejak pagi hari ini mengharuskan umat berjalan secara perlahan sambil membawa pratima (simbol dewa) diiringi baleganjur, sehingga menimbulkan perlambatan arus lalu lintas di beberapa ruas jalan di kawasan Ubung Kaja.

Panitia upacara dan aparat kepolisian setempat telah menyiagakan petugas di sejumlah titik untuk membantu mengatur lalu lintas dan memastikan jalannya upacara berlangsung lancar serta aman bagi umat maupun pengguna jalan.

Kepada para pengendara yang melintas di kawasan tersebut, pihak panitia menghimbau agar bersabar, memperlambat kendaraan, serta selalu berhati-hati demi menjaga keselamatan bersama dan menghormati jalannya prosesi keagamaan.

“Kami mohon pengertian dan kerja sama dari seluruh pengguna jalan. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap tradisi dan budaya kita bersama,” ujar salah satu koordinator panitia upacara.

Pihak keamanan juga mengingatkan agar masyarakat tetap mematuhi arahan petugas di lapangan, mengingat jalur arak-arakan cukup padat oleh peserta upacara, baik dari kalangan dewasa hingga anak-anak.

Prosesi Melancaran di Pura Desa Ubung Kaja kali ini berlangsung dalam suasana penuh khidmat, sekaligus menjadi ajang mempererat rasa kebersamaan dan gotong royong antar warga desa.

Rangkaian upacara diperkirakan akan selesai pada sore hari, setelah seluruh umat kembali berkumpul di Pura Desa untuk melanjutkan prosesi persembahyangan bersama.

Dengan berlangsungnya kegiatan keagamaan ini, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga ketertiban, serta memperlihatkan rasa saling menghormati dalam keberagaman budaya dan tradisi Bali yang kaya dan luhur.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *