Jakarta – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta memperkirakan jumlah pendatang baru yang akan datang ke Ibu Kota usai Lebaran 2025 berada di kisaran 10.000 hingga 15.000 orang.
Perkiraan ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun lalu, di mana tercatat 16.207 orang secara resmi pindah dan menetap di Jakarta pasca-Lebaran.
Menurut keterangan resmi dari Dukcapil, evaluasi tahunan dilakukan untuk mengantisipasi dampak urbanisasi usai musim mudik. Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta menyebut bahwa tren menurun ini bisa disebabkan oleh faktor ekonomi, lapangan kerja, hingga meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan pindah domisili.
“Meski turun, kami tetap bersiap menghadapi potensi lonjakan pendatang. Kami sudah berkoordinasi dengan kelurahan dan kecamatan agar layanan administrasi kependudukan berjalan lancar,” ujarnya.
Dukcapil juga menegaskan bahwa mereka akan memperkuat pengawasan administrasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat yang datang agar melapor dan mengurus dokumen kependudukan sesuai prosedur.
Setiap warga yang datang dan menetap di Jakarta diharapkan membawa surat pindah dari daerah asal, KTP dan KK, serta mengurus domisili baru melalui layanan resmi Dukcapil.
“Tujuannya agar tidak terjadi penumpukan data ganda dan memastikan semua warga yang tinggal di Jakarta tercatat dengan benar,” tambahnya.
Selain pengawasan administratif, Pemprov DKI juga bekerja sama dengan Satpol PP dan aparat wilayah untuk menertibkan tempat tinggal pendatang baru, terutama di kawasan padat yang rawan munculnya permukiman ilegal dan permasalahan sosial lainnya.
Dinas Dukcapil pun mengimbau warga Jakarta untuk ikut membantu mengedukasi pendatang baru agar segera melapor ke RT/RW dan mengurus dokumen secara tertib, demi ketertiban dan pelayanan publik yang lebih baik.



















